jump to navigation

Warning ! Lanjutkan Presiden Cukup Sekali Saja Juli 1, 2009

Posted by Bung_yogi in menyongsong Pemilu 2009.
Tags: , ,
1 comment so far

Salah satu faktor keruntuhan Rejim Orba karena gurita bisnis keluarga Soeharto yang dirintis penuh dengan jalan KKN, sehingga muncul anekdot selama 32 tahun rejim Soeharto berkuasa, selama anak-anak Pak Harto masih kecil beliau memelihara bisnis pengusaha keturunan seperti Sudono Salim, Sudwikatmono,Bob Hasan, Ciputra dan lain-lain, namun setelah anak-anaknya telah dewasa dan memahami dunia bisnis beliau mulai menuai atau memeras para pengusaha ini untuk mendukung bisnis anak-anak Soeharto. Puncak keresahan ini terjadi pada tahun 1997 Salim Grup mulai memindahkan kantor pusatnya ke Singapura. Semua ini terjadi karena Soeharto memerintah selama 32 tahun, sehingga mempunyai peluang besar membangun rejim.
Dalam pendekatan Machiavelli, kekuasaan yang terlalu lama mempunyai kecenderungan manipulatif. Soeharto dengan berkuasa 32 tahun sudah membutikan teori itu.
Tanda-tanda Machiavellis SBY selama memerintah 4,5 tahun juga mulai nampak, anaknya Ibas Baskoro sudah dielus jadi putra mahkota. Setelah menjadi anggota DPP PD, lalu lolos menjadi Caleg di dapil 2 Jatim, Ibas pun mulai merintis dan membangun gurita bisnisnya dengan menjadi pemegang lisensi penjualan Microsoft di Indonesia. Gurita Bisnis SBY bersama Hatta Rajasa sudah saya posting di blog ini silahkan klik di sini http://public.kompasiana.com/2009/06/27/bisnis-gurita-sby-dan-hattarajasa/.
Masyarakat masih belum lupa ketika kakak ipar SBY yakni Mayjen TNI Erwin Sudjono dilantik menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Hadi Waluyo. Pria lulusan Akademi Militer (Akmil) 1975 ini menikahi Wrahasti Cendrawasih yang merupakan kakak kandung Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono.
Tidak itu saja, adik ipar SBY lainnya, Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo juga mendapat promosi menjabat Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus menggantikan Mayjen TNI Soenarko.Sebelumnya kalangan pelaku ekonomi di Tanah Air juga diramaikan dengan terpilihnya Gatot M Suwondo sebagai Dirut BNI. Gatot memang memliki hubungan dekat dengan Presiden SBY karena menikahi adik perempuan Ibu Negara Ani Yudhoyono.
Tentu, SBY juga tidak ketinggalan membuka lebar jalan kepada adik iparnya yang lain, Hadi Utomo ke puncak tertinggi partai, sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Nampaknya SBY akan mengikuti jejak Soeharto, menjadi penguasa lalu menjadi pengusaha. Ini tentu berbeda dibandingkan JK dimana bisnis keluarganya dibangun oleh almarhum Kalla yang mulai dirintis pada tahun 40an dengan nama perusahaan NV. H. Kalla. Keluarga Kalla sebenarnya adalah pendukung fanatik PPP, sejak Orba memberlakukan azas tunggal dengan sistem 3 partai, ekspansi bisnis keluarga Kalla mulai menuai batu sandungan dari rejim Orba, sehingga sejak kebijakan Orba ini berlaku, JK sebagai generasi kedua bisnis kalla afiliasi politik beralih haluan ke Partai Golkar karena tekanan rejim Orba.
Basis bisnis keluarga berbasis sebagai pengumpul dan eksportir hasil bumi, kemudian merambah di bisnis transportasi lintas antar kabupaten di sulawesi selatan dan memegang lisensi Toyota untuk wilayah Indonesia Timur. Kerabat bisnisnya yang pertama adalah PT Bosowa yang dimiliki Akhsa Mahmud yang mulai dirintis dengan nama perusahaan awal PT Bukaka, semua perusahaan ini dirintis dengan modal naluri saudagar tanpa memanfaatkan fasilitas kekuasaan kroni Soeharto. Semua bisnis Kalla dibangun dengan jaringan pertemanan yang saling menguntungkan tanpa fasilitas KKN dengan penguasa. Ketenaran bisnis Kalla juga terjadi karena aktivitas sosial keluarga Kalla di dibidang kegiatan keagaaman baik di NU maupun Muhammadyah. Kalla almarhum adalah pendiri NU di Sulsel dan memfasilitasi sahabatnya Jamaluddin Amin mendirikan Muhammadiyah Sulsel.
Diantara ketiga Kontestan Pilpres, semuanya mempunyai jaringan bisnis, bedanya bahwa JK membangun jaringan bisnisnya dengan naluri saudagar tanpa fasilitas kekuasaan yang dihiasi dengan sejumlah aktivitas sosial keagaaman yang sangat kental. Sedangkan SBY, Mega dan Prabowo jaringan bisnisnya berkat fasilitas kekuasaan.
Siapa pun terpilih nanti, ketiganya mempunyai peluang membangun gurita bisnis, celakanya saja jika SBY terpilih kembali, maka akan semakin memuluskan jaringan bisnisnya plus membangun rejim politik baru, selain itu pula jaringan bisnis keluarga SBY dibangun dengan kroni Bakri Brothers dan jaringan pengusaha berambut pirang.
Jadi sebaiknya lanjutkan presiden cukup sekali saja mengikuti trend pasca reformasi seperti Habibie, Gus Dur, Mega, dan akhirnya SBY, karena dengan memilih SBY kembali berarti kita memberinya peluang membangun rejim baru yang akan menghambat alih generasi bangsa ini secara alamiah.
Salam Kasih Kompasiana.
oleh: yuliputri,

Salah satu faktor keruntuhan Rejim Orba karena gurita bisnis keluarga Soeharto yang dirintis penuh dengan jalan KKN, sehingga muncul anekdot selama 32 tahun rejim Soeharto berkuasa, selama anak-anak Pak Harto masih kecil beliau memelihara bisnis pengusaha keturunan seperti Sudono Salim, Sudwikatmono,Bob Hasan, Ciputra dan lain-lain, namun setelah anak-anaknya telah dewasa dan memahami dunia bisnis beliau mulai menuai atau memeras para pengusaha ini untuk mendukung bisnis anak-anak Soeharto. Puncak keresahan ini terjadi pada tahun 1997 Salim Grup mulai memindahkan kantor pusatnya ke Singapura. Semua ini terjadi karena Soeharto memerintah selama 32 tahun, sehingga mempunyai peluang besar membangun rejim.

Dalam pendekatan Machiavelli, kekuasaan yang terlalu lama mempunyai kecenderungan manipulatif. Soeharto dengan berkuasa 32 tahun sudah membutikan teori itu.

Tanda-tanda Machiavellis SBY selama memerintah 4,5 tahun juga mulai nampak, anaknya Ibas Baskoro sudah dielus jadi putra mahkota. Setelah menjadi anggota DPP PD, lalu lolos menjadi Caleg di dapil 2 Jatim, Ibas pun mulai merintis dan membangun gurita bisnisnya dengan menjadi pemegang lisensi penjualan Microsoft di Indonesia. Gurita Bisnis SBY bersama Hatta Rajasa sudah saya posting di blog ini silahkan klik di sini http://public.kompasiana.com/2009/06/27/bisnis-gurita-sby-dan-hattarajasa/

Masyarakat masih belum lupa ketika kakak ipar SBY yakni Mayjen TNI Erwin Sudjono dilantik menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Hadi Waluyo. Pria lulusan Akademi Militer (Akmil) 1975 ini menikahi Wrahasti Cendrawasih yang merupakan kakak kandung Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono.

Tidak itu saja, adik ipar SBY lainnya, Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo juga mendapat promosi menjabat Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus menggantikan Mayjen TNI Soenarko.Sebelumnya kalangan pelaku ekonomi di Tanah Air juga diramaikan dengan terpilihnya Gatot M Suwondo sebagai Dirut BNI. Gatot memang memliki hubungan dekat dengan Presiden SBY karena menikahi adik perempuan Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Tentu, SBY juga tidak ketinggalan membuka lebar jalan kepada adik iparnya yang lain, Hadi Utomo ke puncak tertinggi partai, sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Nampaknya SBY akan mengikuti jejak Soeharto, menjadi penguasa lalu menjadi pengusaha. Ini tentu berbeda dibandingkan JK dimana bisnis keluarganya dibangun oleh almarhum Kalla yang mulai dirintis pada tahun 40an dengan nama perusahaan NV. H. Kalla. Keluarga Kalla sebenarnya adalah pendukung fanatik PPP, sejak Orba memberlakukan azas tunggal dengan sistem 3 partai, ekspansi bisnis keluarga Kalla mulai menuai batu sandungan dari rejim Orba, sehingga sejak kebijakan Orba ini berlaku, JK sebagai generasi kedua bisnis kalla afiliasi politik beralih haluan ke Partai Golkar karena tekanan rejim Orba.

Basis bisnis keluarga berbasis sebagai pengumpul dan eksportir hasil bumi, kemudian merambah di bisnis transportasi lintas antar kabupaten di sulawesi selatan dan memegang lisensi Toyota untuk wilayah Indonesia Timur. Kerabat bisnisnya yang pertama adalah PT Bosowa yang dimiliki Akhsa Mahmud yang mulai dirintis dengan nama perusahaan awal PT Bukaka, semua perusahaan ini dirintis dengan modal naluri saudagar tanpa memanfaatkan fasilitas kekuasaan kroni Soeharto. Semua bisnis Kalla dibangun dengan jaringan pertemanan yang saling menguntungkan tanpa fasilitas KKN dengan penguasa. Ketenaran bisnis Kalla juga terjadi karena aktivitas sosial keluarga Kalla di dibidang kegiatan keagaaman baik di NU maupun Muhammadyah. Kalla almarhum adalah pendiri NU di Sulsel dan memfasilitasi sahabatnya Jamaluddin Amin mendirikan Muhammadiyah Sulsel.

Diantara ketiga Kontestan Pilpres, semuanya mempunyai jaringan bisnis, bedanya bahwa JK membangun jaringan bisnisnya dengan naluri saudagar tanpa fasilitas kekuasaan yang dihiasi dengan sejumlah aktivitas sosial keagaaman yang sangat kental. Sedangkan SBY, Mega dan Prabowo jaringan bisnisnya berkat fasilitas kekuasaan.

Siapa pun terpilih nanti, ketiganya mempunyai peluang membangun gurita bisnis, celakanya saja jika SBY terpilih kembali, maka akan semakin memuluskan jaringan bisnisnya plus membangun rejim politik baru, selain itu pula jaringan bisnis keluarga SBY dibangun dengan kroni Bakri Brothers dan jaringan pengusaha berambut pirang.

Jadi sebaiknya lanjutkan presiden cukup sekali saja mengikuti trend pasca reformasi seperti Habibie, Gus Dur, Mega, dan akhirnya SBY, karena dengan memilih SBY kembali berarti kita memberinya peluang membangun rejim baru yang akan menghambat alih generasi bangsa ini secara alamiah.

Salam Kasih Kompasiana.

oleh: yuliputri,

dikutip dari : http://yuliputri.wordpress.com/2009/06/30/warning-lanjutkan-presiden-cukup-sekali-saja/

BLT Jadi Racun Bagi Masyarakat Miskin Juli 1, 2009

Posted by Bung_yogi in Keprihatinan terhadap kondisi bangsa, Kesejahteraan Rakyat, menyongsong Pemilu 2009.
Tags: , , , , ,
add a comment

SELASA, 30 JUNI 2009 15:49

Jakarta (SuaraMedia News) – Kenyataannya penyaluran dana BLT banyak disalahgunakan dan justru membawa kerugian pada masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Indonesia Corruption Watch (ICW). LSM ini bahkan menyarankan kepada pemerintah untuk mencabut program BLT.

“Banyak pungutan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum pemda, dana yang diberikan pemerintah pusat juga banyak yang bocor,” ungkap Febry Hendri, Peneliti ICW, divisi Monitoring Pelayan Publik seusai Media Briefing, di Kantor ICW, Jakarta, Senin (29/6) kemarin.

Selain itu, BLT juga dianggap merusak modal sosial masyarakat miskin. Kemandirian masyarakat jauh menurun, mereka mulai tergantung pada dana BLT dan malas untuk bekerja. Kepercayaan di antara masyarakat semakin menurun, seiring munculnya saling curiga di antara mereka yang mendapatkan dan tidak mendapatkan BLT. Tak hanya itu, solidaritas masyarakat juga menurun karena kompetisi mendapatkan BLT.

“Empati di antara masyarakat setelah mendapatkan BLT semakin menurun dengan perbedaan pendapat yang semakin meruncing,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Febry, BLT juga telah terbukti memakan korban jiwa. Banyak warga meninggal karena berdesakan saat mengantre BLT. Ditemukan juga seorang warga di Muara Bungo, Jambi, yang tewas ditikam sesama warga karena merasa iri tidak mendapat BLT.

“Memang yang membunuh bukan BLT, tapi mereka meninggal karena ada hubungannya dengan BLT,” ujarnya.

Dengan banyaknya kasus tersebut, Febry menyarankan agar pemerintah mengalokasikan dana BLT pada pos kesehatan dan pendidikan.

“Kalau dana kesehatan dilebihkan, maka penduduk akan semakin produktif dan itu berpengaruh baik bagi negara. Selain itu, kalau dana pendidikan juga ditambah, maka generasi penerus bangsa akan cerdas. Itu merupakan investasi bagi bangsa,” terang Febry.(hdt) www.suaramedia.com

http://www.suaramedia.com/nasional/blt-jadi-racun-bagi-masyarakat-miskin.html

Nafsu Politik Orang Indonesia Lampaui Ambang Batas Rasionalitas Juni 29, 2009

Posted by Bung_yogi in Keprihatinan terhadap kondisi bangsa, menyongsong Pemilu 2009.
Tags: , , , , , , ,
1 comment so far

Realitas kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini ditandai besarnya arus nafsu berpolitik yang merasuki semua elemen, hingga terkesan melampaui ambang batas rasionalitas.

“Keasyikan arus berpolitik di negeri ini sudah melalui ambang batas rasionalitas, semua orang dari berbagai profesi dan termasuk yang berada di luar orbit politik tampak larut dan seolah tidak ada kemulian di luar dunia politik,” kata Dr Yudi Latief, pengamat politik dari Reform Institute di Bandung, Jumat.

Dia mencontohkan, keasyikan arus berpolitik sangat terlihat dari beberapa tahun belakangan dan semakin menjadi saat menjelang Pemilu legislatif 9 April 2009 dan terus berlanjut menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 8 Juli 2009.

Ia memprediksi keasyikan arus dan gonjang-ganjing perpolitikan di tanah air tidak akan pernah berhenti dan suasana “panas” berlanjut ke lembaga legislatif yang ditandai adanya kubu-kubu kekuatan.

Ia menghimbau masyarakat untuk terus mengimbangi suasana perpolitikan di Indonesia dengan  berupaya menambah wawasan atau melek politik termasuk juga dalam menghadapi Pilpres 8 Juli 2009.

“Dari tiga pasangan capres/cawapres yang ada memang tidak ada yang ideal dan bisa memenuhi harapan masyarakat Indonesia, tapi pilihlah yang dinilai masyarakat terbaik dan memberikan harapan baru dari semua yang terburuk,” ucapnya pada diskusi publik di Bandung baru-baru tadi.

Pilpres merupakan “Gate Keeper” dalam menyeleksi  calon-calon pemimpin negara di berbagai bidang,  sehingga tingkat kualitas Pemilu akan menentukan tingkat kualitas pemimpin yang dihasilkan.

Ia mengatakan, menghadapi masa krisis dan kekacauan  kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara  diperlukan peran kepemimpinan yang lebih besar dan tanggap serta mampu mengambil keputusan.

Menurut Yudi Latief,  perkembangan anti-teori terjadi di Indonesia selama ini dimana krisis terus berlangsung, tapi pemimpin  kharismatik tak kunjung muncul atau hanya sesaat muncul kemudian ditelan arus zaman.

“Suasana seperti inilah yang diratapi sebagai krisis kepemimpinan”, tegasnya.

Hal yang  dipikirkan seolah bukanlah kapasitas transformatif dari kekuasan, melainkan daya beli dari para pemimpin, akibatnya, partai politik gagal mereproduksi intelektual organiknya, sedangkan para pemimpin yang punya bibit-bibit kharismatik sebagai pemimpin organisasi masyarakat terpaksa mengikuti logika “alokatif”  yang begitu cepat  menggerus kewibawaan.

Kondisi tersebut, menurut dia, bisa digambarkan sebagai “jalan baru tak kunjung menemukan pemimpin baru, dan pemimpin baru tak kunjung memperjuangkan jalan baru” dan artinya jalan buntu menghadang.

Lebih lanjut dikatakan, untuk  memulai perubahan harus dari titik nol dan dari titik pemahaman awal dimana kekuasaan bukanlah akhir perjalanan, melainkan sarana untuk memperjuangkan kebajikan bersama.

“Setiap pemimpin di segala bidang dan tingkatan harus menyadari dan belajar mengemban tugas pastoral, sebagai penggembala yang menuntun dan memperjuangkan keselamatan rakyatnya yang artinya mereka harus berjiwa besar agar lebih besar dari dirinya sendiri,” katanya.

Komitmen terhadap kemaslahatan publik ini menurut dia, menuntut para pemimpin tidak melulu mengandalkan modal finansial, tetapi yang lebih penting “modal moral” dalam arti  kekuatan dan kualitas komitmen pemimpin dalam memperjuangkan nilai-nilai, keyakinan, tujuan, dan amanat penderitaan rakyat (Ant)

Sinar Harapan: Jumat 26. of Juni 2009 14:36
Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/detail/article/nafsu-politik-orang-indonesia-lampui-ambang-rasionalitas/

China Hapuskan Dollar, Ekonomi AS Meronta! Juni 29, 2009

Posted by Bung_yogi in Kesejahteraan Rakyat, menyongsong Pemilu 2009.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Kepala bank sentral China, Xiaochuan, menyerukan penggantian mata uang dollar

BEIJING (SuaraMedia News) – Bank sentral China kembali memperbaharui seruannya untuk membentuk sebuah mata uang dunia, menggantikan dollar AS – sebuah upaya terbaru China untuk memilah-milah cadangan mata uangnya.
“Untuk menghindari kekurangan dari penggunaan mata uang dari negara berdaulat sebagai cadangan, maka perlu diciptakan sebuah mata uang

Gubernur bank sentral China, Zhou Xiaochuan, telah berulangkali menyerukan untuk memperbanyak ragam cadangan mata uang republik tersebut, yang merupakan cadangan mata uang terbesar di dunia dengan jumlah yang mencapai $1,95 triliun.

Investor asal China, pemilik modal asing terbesar dari departemen keuangan AS, telah memotong cadangan dana sebesar $4,4 miliar sehingga menjadi $763,5 miliar pada bulan April setelah perdana menteri wen Jiabao menyuarakan kekhawatiran mengenai nilai aset-aset dalam bentuk dollar. Hal tersebut menjadi pemotongan pertama yang dilakukan sejak bulan Februari 2008, menurut data departemen keuangan AS.

“Zhou Xiaochuan memandang cacatnya sistem keuangan internasional, terlalu banyak menekankan pada dollar AS sebagai cadangan mata uang,” kata Kevin Lai, seorang ekonom dari institut penelitian Daiwa di Hong Kong.

Presiden Barack Obama sebenarnya amat membutuhkan dukungan China disaat AS berupaya untuk merangkak keluar dari badai krisis. Indeks dollar yang mengukur stabilitas mata uang terhadap enam rekanan dagang anjlok hingga 0,8 persen menjadi 79,779 pada pukul 1.11 siang di London.

Namun demikian, sejumlah pengamat ekonomi mengatakan bahwa China tidak akan langsung memisahkan diri dari mata uang AS tersebut dalam jangka waktu dekat.

PBOC dalam sebuah laporan mengatakan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) harus mengembangkan fungsi dari unit keuangannya, Special Drawing Rights (SDR), mata uang buatan yang dipergunakan oleh lembaga keuangan tersebut bagi negara-negara anggotanya.

“Hak khusus dari IMF harus diberikan dengan penuh, dan sebuah badan internasional harus mampu mengatur bagian dari cadangan keuangan anggotanya,” tulis laporan tersebut.

Nilai SDR didasarkan pada nilai-nilai mata uang dunia, termasuk dollar, euro, yen dan poundsterling. China menginginkan agar mata uang yuan dimasukkan dalam SDR, dengan nilai $1,54.

“Ketergantungan berlebihan dari kredit sejumlah mata uang milik negara tertentu semakin menambahkan risiko dan krisis,” tulis laporan bank sentral China. “Sebuah mata uang dengan nilai yang stabil dalam jangka panjang amat diperlukan.”

“Tampaknya sangat tidak mungkin untuk menggantikan dollar sebagai cadangan mata uang,” kata Glenn Maguire, kepala ekonom Asia-Pasifik dari Sociate Generale di Hong Kong. “Mata uang cadangan haruslah kuat secara internasional dan hal tersebut tidak dipunyai oleh China.”

Pada akhir tahun 2008, hanya 64 persen cadangan mata uang bank sentral China dalam bentuk dollar, menurun dari 73 persen pada tahun 2001, demikian dilansir oleh IMF dari Washington.

Pada tanggal 13 Juni, menteri keuangan Rusia, Alexei Kudrin meyakinkan kembali para investor mengenai kepercayaan mereka terhadap dollar AS, dia mengatakan: “Masih terlalu dini untuk membahas mengenai cadangan mata uang selain dollar.” Menteri keuangan Brazil, Guido Mantega, tanggal 10 Juni lalu mengatakan bahwa keputusan pemerintahan untuk menukarkan cadangan mata uangnya dengan obligasi IMF tidak ditujukan untuk melemahkan dollar.

Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, presiden China Hu Jintao, perdana menteri India, Manmohan Singh dan presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva menyerukan adanya sistem moneter yang lebih beragam untuk memangkas ketergantungan akan dollar dalam sebuah pertemuan di kota Yekaterinburg, Rusia, pada tanggal 16 Juni lalu.

Pada bulan Mei, China dan Brazil mulai mempelajari sebuah proposal untuk menghapuskan cadangan mata uang dalam bentuk dollar dan mempergunakan yuan dan reais untuk dipergunakan dalam perdagangan.

Pada tanggal 2 April lalu, kelompok yang terdiri dari 20 orang pemimpin dunia, menyetujui pengalihan cadangan dana senilai $250 miliar kepada IMF yang kemudian memberikan obligasi keuangan dalam bentuk SDR, mata uang buatan IMF yang diperuntukkan bagi negara-negara anggotanya. Bulan ini, Rusia dan Brazil mengumumkan rencana untuk membeli obligasi IMF senilai $20 miliar, sementara China mengatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan untuk membeli obligasi senilai $50 miliar.

SDR diciptakan oleh IMF pada tahun 1969 untuk mendukung sistem perdagangan Bretton Woods yang ambruk pada tahun 1971. SDR dibagikan sesuai dengan jumlah uang yang dibayarkan oleh negara anggota kepada IMF. (dn/ptv/bb) Dikutip oleh www.suaramedia.com

http://www.suaramedia.com/ekonomi/china-hapuskan-dollar-ekonomi-as-meronta.html

APAKAH INDONESIA BERANI SEPERTI INI??? SAYA SANGAT TIDAK YAKIN. Kapan Indonesia bisa seperti ini?? Berani…mandiri..

siapapun Presiden yang jadi, semoga mampu membawa Indonesia ke arah yang lebah baik.

Kegagalan Partai Politik, sebuah tinjauan kritis sistem demokrasi Indonesia Juni 27, 2009

Posted by Bung_yogi in Keprihatinan terhadap kondisi bangsa, menyongsong Pemilu 2009.
Tags: , , , , , , , ,
add a comment

-PENDIDIKAN POLITIK MASYARAKAT-

Ada hal yang terlupakan dari agenda penting reformasi pasca orde baru, yaitu minimnya partisipasi masyarakat dalam konteks mengawal hasil-hasil reformasi, seperti melakukan control atas kinerja DPR dan DPD serta tetap mengambil sikap kritis terhadap perjalanan pemerintah. Hal ini tentunya lebih dikarenakan kegagalan partai politik untuk melakukan pendidikan politik di tingkat masyarakat bawah. Masyarakat hanya dijadikan sebagai basis untuk mendapatkan suara dalam momentum pemilu, dan sejalan dengan berakhirnya pemilu, meninggalkan masyarakat adalah sebuah hal yang wajar dilakukan oleh partai politik.

Alhasil, demokrasi yang di idam-idamkan hanya menjai mainstream bangsa Indonesia telah gagal, akibat tidak berjalannya pendidikan politik di masyarakat. Sehingga demokrasi yang ada di Indonesia berjalan dalam konteks prosedural dengan mengabaikan masyarakat sebagai pemegang kedaulatan Negara. Jika pola-pola demikian masih tetap dipertahankan, bukan tidak mungkin jika demokrasi yang berjalan di Indonesia hanya akan dimiliki oleh para elit politik nasional semata. Berbagai fenomena signifikan akhir-akhir ini adalah sebuah fakta yang menjelaskan fenomena demokrasi prosedural dan demokrasi elit semata.
Sistem multipartai yang diharapkan bisa mampu menampung aspirasi dari setiap individu masyarakat yang dibawahnya sudah tidak lagi memberikan jaminan bahwa aspirasi masyarakat akan dipenuhi. Dengan demikian perlu adanya perubahan dan perbaikan atas sistem politik untuk mendorong demokrasi yang sesungguhnya. Harus diakui bahwa undang-undang Politik lebih merepresentasikan kepentingan partai politik dari pada kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Agenda besar untuk mempercepat transisi demokrasi di tingkat lokal atau yang dikenal dengan Pemilihan Kepala Daerah Langsung (PILKADAL), tetap harus mendapatkan pengawalan dengan ketat. Mengingat berbagai konflik antar pendukung yang berbasiskan pada perbedaan sikap politik serta konflik akibat money politic sangat potensial terjadi dalam pilkada. Meskipun harus tetap diakui bahwa pilkada langsung adalah terobosan baru bagi sitem politik dan demokrasi di Indonesia. Tetapi jangan sampai cita-cita luhur transformasi dan transisi demokrasi di tingkat local harus diciderai oleh konflik historial antar pendukung.
Artinya bahwa agenda-agenda politik kedepan di Indonesia harus tetap di control oleh masyarakat yang memegang keadaulatan bangsa. Partisipasi rakyat harus dimaksimalkan dalam semua ranah dan sisi politik nasional.
Malah yang terjadi belakangan ini merupakan fenomena yang cukup tak menyenangkan bagi negara demokrasi. Yaitu angka golput yang cukup tinggi(partisipasi masyarakat tak begitu besar) dalam pilkada2 di Indonesia..

Ironi Sebuah Pembangunan Juni 27, 2009

Posted by Bung_yogi in Kesejahteraan Rakyat.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Doktrinasi tentang keberhasilan pemerintah dalam pembangunan
pada masa-masa orde baru begitu hebatnya, dan mungkin baru terasa pasca tumbangnya rezim tersebut

di satu sisi, ada beberapa kalangan yang memandang pembangunan di masa “Bapak Pembangunan” adalah masa keemasan Indonesia, karena telah berhasil mebangun berbagai sarana, infrastruktur, dan itu sulit dirasakan pasca tumbangnya beliau.

akan tetapi wallahualam,
ada beberapa kalangan lain yang berpendapat bahwa
pembangunan yang ada adalah sebuah ironi
dimana pembangunan-pembangunan tersebut hanyalah menguntungkan bagi kalangan atas saja. sedangkan kalangan rakyat bawah hanya merupakan sekedarinstrument penggerak pembangunan, dan cenderung sebagai korban

selain kontroversi pembangunan yang jawa sentris,
sedangkan kondisi di luar jawa sangat memprihatinkan,
jalan trans kalimantan misalnya,
sebagai pulau penyuplai batu bara sebagai energi penopang pulau jawa,
infrastruktur disana sangatlah memprihatinkan,
jalan2 berlubang, dan jauh dari standar kelayakan..

itu membuktikan bahwa,
pembangunan lebih berpihak pada orang2 kaya..
coba tengok, jalan mana yang lebih baik, di desa saya, atau di kota..
tentu jawabnya di kota..

belum lagi kasus lingkungan..
pembangunan yang tak ramah lingkungan, sehingga menyebabkan tata ruang yang sulit diperbaiki,
jakarta tak pernh absen dari banjir,
akibat pembangunan vila2 di daerah puncak,
milik siapa itu?
saya rasa bukan milik orang2 miskin..

yah..
intinya…siapapun Presidennya 2009 nanti..
PR untuk mensejahterakan rakyat masih sangat banyak,
selamat berjuang wahai presidenku..

Persaudaraan Juni 27, 2009

Posted by Bung_yogi in Kesejahteraan Rakyat.
Tags: , ,
add a comment

Persaudaraan kadang seperti tingkah dahan-dahan yang ditiup angin. Walau satu pohon, tak selamanya gerak dahan seiring sejalan. Adakalanya seirama, tapi tak jarang berbenturan. Tergantung mana yang lebih kuat: keserasian batang dahan atau tiupan angin yang tak beraturan.

Indahnya persaudaraan. Sebuah anugerah Allah yang teramat mahal buat mereka yang terikat dalam keimanan. Segala kebaikan pun terlahir bersama persaudaraan. Ada tolong-menolong, terbentuknya jaringan usaha, bahkan kekuatan politik umat.

Puisi menurut Anna Althafunnisa’ (KCB) Juni 27, 2009

Posted by Bung_yogi in Uncategorized.
Tags: , , , , ,
add a comment

Inilah jawaban Anna Althafunnisa’
ketika di tanya tentang definisi “cinta”

“Mmm… cinta! Menurutku,
Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar.
Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri.
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang.
Namun tanpa lidah,
cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping
begitu sampai kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta
Dan percintaan!”

dengan pengucapan yang lembut, lagi kalem..
menjadikan puisi ini lebih bernyawa…

puisi tersebut aslinya merupakan kutipan dari puisi Rumi dalam Diwan Shamsi Tabrizditerjemahkan oleh Abdul Hadi W.M.

ITS ku Sayang, ITS ku Malang…. April 24, 2009

Posted by Bung_yogi in All About ITS.
2 comments

Sebuah telaah kritis terhadap kebijakan ITS beberapa saat yang lalu..

oleh: Yogi Pramadhika
mahasiswa teknik kelautan

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para Pimpinan ITS,
dalam rangka tetap menginginkan ITS menjadi Kampus Kita Semua…
dan juga mendukung untuk ITS menjadi lebih baik.

Tanggal 17 Desember 2008 lalu,
ITS secara resmi telah berubah menjadi BLU,
setelah itu banyak sekali perubahan,

Kantin Pusat ITS berkali2 masuk Jawa Pos, yang akan mengalami “penggusuran”.

Jalan2 Protokol di ITS takkan dapat di lihat lagi PKL (pedagang kaki lima)
seperti es2.., gado2, siomay,dll di dekat masjid dulu..
sekarang hanya di isi oleh SKK yang berjaga2 saja,
berjaga2 agar pedagang yang di usir, tidak kembali lagi berada disana..

ITS ku Sayang,
kata sayang berarti wujud cinta, dan perhatian..
namun kata “sayang” juga sebagai suatu bentuk penyesalan,
bentuk lain dari kekecewaan..

tanah yang di tempati ITS dulu dibeli dengan harga yang murah dari masyarakat..
dan yang membeli tanah tersebut juga masyarakat (bukan elemen pemerintah <dr. Angka, dkk>)
dan kemudian di serahkan ke negara..

asal mula ITS sudah bernafas kerakyatan..
dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat

nama Sepuluh Nopember sendiri juga karena ingin tetap membawa semangat perjuangan arek2 suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan..
semangat bermanfaat bagi rakyat…

sekarang??
apakah masih “on track” seperti cita2 pendahulu??

semoga mereka (pendahulu kita) tak menangis melihat ITS sekarang

ITS..ITS…
kau ingin menjadi besar, kenapa harus menyakiti mereka masyarakat di sekitarmu??

ITS menjadi BLU dan 2011 ingin menjadi BHP tentunya sejak sekarang berusaha menata diri..
mempercantik diri…
agar suasana “usaha diluar pendidikan” yang akan di lakukan nanti lancar.
kondisi2 di ITS di atur sedemikian rupa sehingga para calon investor tertarik,
tapi apakah dengan cara seperti itu?
kasus kantin pusat, pedagang kaki lima, dll..

bagaimana ITS 5 / 10 tahun kedepan ya??
masihkan ada masyarakat miskin di dalam kampus?
masihkan mahasiswa miskin bisa kuliah disini?

apakah saya mahasiswa miskin terakhir yang kuliah di ITS?

semoga tidak..

semoga ITS tetap di cintai, dan di sayangi masyarakat.
terutama masyarakat sekitarnya..
ingat masyarakat keputih, gebang, medokan semampir, kejawan, 
masih sangat butuh kontribusi kita…

Cara Menghemat Dana Pemilu April 2, 2009

Posted by Bung_yogi in menyongsong Pemilu 2009.
add a comment

Berikut ini percakapan antara Suro dan Boyo;

Suro : “yo, katanya tanggal 9 April nanti Pemilu Legislatif yo??”
Boyo : ” Kelihatannya sih gitu, udah banyak baliho, n bendera parpol tuh. kmu nyoblos gak?”
Suro : ” Gak,”
Boyo : “loh kenapa?”
Suro : “kan sekarang nyontreng, hehe…”
Boyo : “o iya..ya…. Tapi aku gak bisa menyontrengro tanggal 9 april nanti..”
Suro : ” LAH…KENAPA? eman yo.. Uang kita dah banyak di hambur2kan buat pemilu ini lho. itu uang rakyat..pajak masyarakat, dll.. udah abis di pake jlan2 anggota KPU, Pengadaan Logistik, Nggaji KPU, Panwaslu, smpe KPPS. Kmu gak nyontreng..brati uang tsb terbuang sia2 dong..”
Boyo : “aku gak bisa pulang ro, aku ni kan mahasiswa perantauan. masa pulang cuma beberapa hari aja.. rumahku kan jauh..biaya pulang kampung gak nyucuk. mending buat makan ae disini. toh juga minggu ni banyak ujian di kampus”
Suro : “wah eman dong pemerintah dah buang2 uang banyak”
Boyo : ” kliatanya pemerintah gak pernah belajar riset operasi dan optimasi deh ro, harusnya tu di tanyai satu2.. di data penduduknya.. siapa yang mau nyontreng, n sapa yang gak bisa/dah bener2 niat golput. baik secara terpaksa maupun tidak sengaja. jadi uang yang terbuang itu optimum.. seperlunya aja”
Suro : “ada-ada aja kmu ni yo, tapi masuk akal juga seh.. dari pada gunakan uang dengan asumsi 100% penduduk memilih, ternyata yang nyontreng cuma 60% ja. kan mending nyediakan logistik buat 60% penduduk. jika penduduk 225 juta jiwa, maka dah menghemat 90 juta jiwa. uakeh kuwi wisan”
Boyo : “nah…itu dia. pinter kan aku? mending aku jadi KPU ae yo… dana penghematan tadi kan bisa tak alokasikan buat perawatan infrastruktur seperti waduk/tanggul2. biar gak kejadian seperti situ gintung..yang diterlantarkan pemerintah sehingga menelan korban jiwa n kerugian besar2an..huufff”
Suro : “Oke yo, aku percaya kmu…meski golput..aku tau kmu terpaksa n sebenarnya kmu gak menginginkan untuk golput. yang terpenting kmu masih care banget ma kondisi bangsa ini. sukses ya yo..”
Boyo : “sama-sama ro, mugo2 bangsa ini segera berubah. caleg2 yang terpilih gak korup, palagi busuk. pemimpin yang terpilih nanti moga juga amanah. meski hanya dipilih oleh sedikit masyarakat negri ini. namun semoga bliau2 merasa bertanggung jawab terhadap nasib seluruh masyarakat negri ini”
Suro : “amin….”