Beranda > menyongsong Pemilu 2009 > Mahasiswa diantara Pusaran Partai Politik

Mahasiswa diantara Pusaran Partai Politik

Oleh: Yogi Pramadhika
Mahasiswa biasa yang tak tau apa-apa

Mohon maaf sebelumnya jika terdapat kata2 n pendapat yang salah dalam tulisan di bawah ini. MENJELANG Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2009, gerakan mahasiswa akan memasuki dunia politik yang kian memanas. Belum lagi isu BHP, anggaran pendidikan, korupsi, dll yang masih harus kita kawal. Untuk itu kampus dan mahasiswa hendaknya tidak terlibat dalam politik praktis. Kampanye politik hanya akan memecah belah gerakan mahasiswa. Hal ini bukan berarti mahasiswa dilarang beraktivitas politik. Pada dasarnya, mahasiswa diperbolehkan berbicara politik, baik di luar maupun di dalam kampus agar mereka tidak gagap dengan wacana politik.

Sebagai warga negara dan individu, mahasiswa juga berhak melibatkan diri secara aktif dalam salah satu partai politik (parpol). Tetapi ketika masuk kampus, sudah seharusnya baju dan simbol-simbol parpol apapun harus dilepaskan. Terlebih lagi, jangan sampai gerakan mahasiswa tersebut terjebak dalam kepentingan parpol. Karena peran fungsi mahasiswa adalah sebagai agent of change, bukan agen parpol tertentu. kita juga memiliki fungsi social control, jadi…gmn mau mengontrol, ketika kita memihak ke salah satu pihak..???

Orientasi gerakan mahasiswa jelas berbeda dengan orientasi parpol. Mahasiswa dengan lingkungan kampusnya lebih menekankan kepada aktivitas ilmiah yang berasaskan kebenaran. Politik yang dibawa juga merupakan politik nilai. Sedangkan dunia politik, lebih banyak melakukan pembenaran untuk mendapatkan kekuasaan.

Terlepas dari pada itu, tentunya seluruh mahasiswa dan civitas akademika kampus tidak harus menutup diri dari perkembangan politik nasional. Sebab perguruan tinggi merupakan institusi ilmiah yang mendidik mahasiswa agar mampu meningkatkan daya penalaran, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa penuh pengabdian, serta mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara.

Peran kampus bukan dengan keterlibatan langsung dalam politik, apalagi sampai berafiliasi dengan parpol tertentu. Kampanye parpol di kampus akan mengurangi objektivitas ilmiah dalam memecahkan persoalan kebangsaan. Kampus haruslah menempatkan diri sebagai perekat kebangsaan dan pengontrol terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang hanya menguntungkan kepentingan salah satu pihak.

Keterlibatan mahasiswa dalam berpolitik sangatlah penting bagi parpol. Sebab mahasiswa merupakan satu-satunya generasi yang dianggap mempunyai kedewasaan politik paling tinggi. Paling mengerti tentang demokrasi dan sekaligus sebagai kaderisasi. Mahasiswa juga merupakan elemen masyarakat yang paling kritis dalam merespon kebijakan-kebijakan pemerintah.

Sejarah telah mencatat bahwa mahasiswa selalu menjadi pelopor dalam perubahan bangsa. Penurunan Soekarno, lengsernya Soeharto, dan turunnya Gus Dur tidak lepas dari gerakan mahasiswa. 

Parpol melakukan berbagai cara untuk membungkam kekritisan mahasiwa. Jika dahulu dengan menggunakan cara intimidasi kepada aktivis, sekarang makin marak iming-iming jabatan dan setumpuk uang dilakukan untuk menghentikan gerakan mahasiswa. Fakta membuktikan bahwa pascapenurunan Soeharto, gerakan mahasiswa tidak mempunyai agenda politik yang jelas dalam melakukan konsolidasi. Akibatnya, agenda reformasi terbengkalai dan gerakan mahasiswa malahan larut dalam agenda politik kekuasaan. Gerakan mahasiswa nampak terpecah. Tidak ada kesamaan visi misi antara gerakan mahasiswa. Juga ada beberapa elemen gerakan mahasiswa telah terjebak pada oligarki kekuasaan atau berafiliasi dengan partai politik yang mempunyai kesamaan ideologi dan menguntungkan.

Wallahualam..
menurut saya..sangat lebih baik jika semasa masih memiliki Almamater,
masih memiliki KTM, masih memiliki status sebagai mahasiswa,
monggo…kita berusaha untuk tetap memegang peran dan fungsi kita sebagai agen perubahan, dan juga social control. untuk itu, kenetralan terhadap organisasi politik tertentu akan sangat mendukung peran n fungsi tersebut.

  1. April 1, 2009 pukul 12:47 pm

    PERTAMAX….

    numpang baca, Blog-Walking

    • April 8, 2009 pukul 4:59 am

      Monggo…
      baca2 gratis kok,
      salam..
      🙂

  2. April 22, 2009 pukul 10:54 am

    itulah kalo berorganisasi baik intra kampus maupun ekstra kampus yg diurusi selalu dan melulu politik. Sebaiknya saya kira, mahasiswa jangan terjun dulu atau berafiliasi dengan salah satu partai politik. ikutlah organisasi mahasiswa yg bener2 independen.
    rubahlah pandangan, kalau ngikut orgasasi mahasiswa mesti akan bersinggungan dengan politik. maka dari itu, pilihlah organisasi mahasiswa yg tidak hanya berkutat di politik belaka.
    jadilah insan akademis, pencipta dan pengabdi.

    • April 23, 2009 pukul 5:57 am

      masalahnya saya tak berorganisasi di ekstra kampus tuh…
      dan mengurusi politik saya kira bukanlah suatu kesalahan..
      dimana kewajiban utamanya sudah terpenuhi…
      sebagai insan akademis..
      pencipta dan pengabdi..
      IP insyALLAH takkan kalah dengan yang studi oriented..
      kualitas Skripsi/TA, beres..
      KArya Ilmiah, PKM, Mawapres, dll.. ikuutt..
      Pengabdian masyarakat??
      jangan ditanya lagi..

      turun aksi?
      nulis blog politik??
      juga jalan..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: